Penelitian Disertasi Doktor Hadi Pranoto Hasilkan Inovasi Teknologi Keselamatan Berkendara

INDONESIASATU.CO.ID:

JAKARTA – Dosen Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana, Jakarta yang juga kandidat doktor salah satu perguruan tinggi negeri ternama Malaysia, Universitas Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Hadi Pranoto, MT., berhasil membuat inovasi teknologi bagi peningkatan safety atau keselamatan berkendara. Alat ini diberi nama Speed Limiter Itegrated Fatigue Analyzer (SLIFA).

Kisah SLIFA ini sebetulnya berawal dari tugas penulisan tesis yang harus dibuat oleh Hadi Pranoto, MT., sebagai salah satu syarat kelulusan dan meraih gelar doktor dibidang safety atau keselamatan transportasi, khususnya untuk kendaraan Bus dan Truk dari salah satu universitas ternama negeri jiran tersebut.

“Kebetulan tesis doktor saya berjudul Safety Engineering Improvement Using SLIFA on Truck and Bus,” kata Hadi Pranoto yang mendapat bea siswa dari kampus tempatnya mengajar yaitu Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta.

Menurut Hadi, SLIFA merupakan salah satu tools yang digunakan untuk memenuhi syarat penelitian tesisnya. Artinya, untuk menghasilkan data penelitian tesis yang benar-benar valid, Hadi harus menciptakan sebuah alat yang dapat mengukur secara akurat tingkat fatique atau kelelahan pengemudi yang dapat diintegrasikan dengan alat kontrol pembatas kecepatan kendaraan.

“Jadi sebetulnya SLIFA itu salah satu alat penelitian saya untuk menyelesaikan tugas akhir meraih doktor di bidang keselamatan transportasi dari UTHM,” ujarnya.

Dengan dukungan dari UMB Jakarta dan para mahasiswanya, Hadi Pranoto membutuhkan waktu sekitar 2 tahun untuk menghasilkan inovasi teknologi keselamatan transportasi tersebut. Inovasinya tersebut telah diuji coba dan diaplikasikan kepada ratusan kendaraan, terutama bus dan truk. SLIFA juga telah dipamerkan ke berbagai event pameran teknologi, termasuk mendapat sambutan luar biasa ketika dipamerkan dalam rangka Hari Teknologi Nasional (Harteknas) di Makassar, 10 Agustus 2017 lalu.

SLIFA juga telah mendapat pengakuan dari beberapa organisasi inventors dan penghargaan di berbagai invent international, seperti Gold Medal pada ITEX Malaysia 2016, Bronze Medall pada SIIF Korea Selatan 2016, Special Award pada SVS Innovation Centre India 2016, dan Best Invention pada IFIA Indonesia 2016. (aliy)

  • Whatsapp

Berita Terkait

Index Berita